Selasa, 07 April 2015

Insya Allah

Insya-Allah”
Ketika kita menyangkut sesuatu yang akan datang seorang Muslim dituntun untuk mengucapkan “Insya-allah”? Berikut penjelasan Prof. Dr. M. Mutawalli Asy Sya’rawi:
Segala urusan yang menyangkut masa yang akan datang -baik nanti, besok atau tahun depan, manusia tidak dapat memastikan kecuali kehendak Allah.
Seperti halnya Allah berfirman dalam Surat al-Kahfi ayat 23-24:
Ÿterjemahannya:   
23. dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya  aku akan mengerjakan ini besok pagi,
24. kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah"[879]. dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan Katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini".
[879]Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad s.a.w. tentang roh, kisah ashhabul kahfi (penghuni gua) dan kisah Dzulqarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan. dan beliau tidak mengucapkan insya Allah (artinya jika Allah menghendaki). tapi kiranya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat 23-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut insya Allah haruslah segera menyebutkannya kemudian.
Sesuatu yang menyangkut masa yang akan datang, mencakup lima unsur yaitu :
1. Pelaku (subyek)
2. Sesuatu yang diperlakukan (Obyek)
3. Waktu dan tempat kejadian
4. Sebab musabab
5. Kekuatan dan kemampuan yang diperlukan untuk pelaksanaan

Jika kita berkata, “Besok saya akan pergi ke tempat si Fulan untuk membicarakan masalah tertentu”, kita itu tidak dapat memastikan apakah kita akan hidup sampai besok (subyek). Pun dengan si Fulan yang akan ditemui, juga tidak dapat dipastikan apakah ia akan hidup juga sampai besok (obyek).
Kalaupun orang kita bisa pergi, mungkin waktunya tidak tepat, tempatnya berubah, atau ia masih hidup tapi terkendala sakit atau apa. jelasnya, manusia tidak memiliki kuasa menentukan lima unsur tersebut. hanyalah Allah SWT yang Maha Kuasa.
Kesimpulannya, segala urusan itu kemudian dikembalikan kepada Allah SWT. Yang Mahakuasa. Maka seorang muslim mengucapkan “Insya-Allah”, jika Allah menghendaki. Jika Allah tidak menghendaki, maka rencana tersebut pasti gagal. Wallahu a’lam bish shawab.

Semoga bermanfaat

Senin, 06 April 2015

kasab



apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.